Indonesia kaya dengan motif, warna, dan komposisi
motif batik, sehingga variasinya sangat banyak. Bagaimana memilih
warna motif yang sesuai dengan warna kulit dan bentuk tubuh Anda agar
tampil cantik dan serasi?
Reni Kusumawardhani, penulis buku kecantikan rambut, make-up dan
fashion itu memberikan tips memilih warna kain batik dan warna kulit
dalam buku yang baru diluncurkannya berjudul How to wear batik.
Secara umum warna kulit dapat dikelompokan menjadi dua yaitu warna
dingin dan warna hangat. Warna hangat adalah mengandung unsur kuning.
Dan warna yang termasuk warna hangat adalah kuning kunyit, peach,
orange, hijau lumut, merah bata, putih gading atau keemasan. Sedangkan
kelompok warna dingin adalah warna-warna yang mengandung unsur kebiruan
seperti putih susu, pink, baby blue, toska, hijau zamrud, abu-abu,
putih porselen atau rose beige.
Sebagian orang membeli batik berdasarkan kesukaan bentuk motif dan
warna dan kadang kala tidak mempertimbangkan dengan warn akulitnya.
Bagaimana cara menentukan warna kulit? Berdiri di depan kaca dan
sampirkan kain warna orange untuk mewakili warna hangat. Perhatikan
efek wajah saat disampirkan bahan warna tersebut. Apakah wajah tampak
lebih hidup, bercahaya atau tampak kusam atau pucat. Apabila wajah
tambah lebih cemerlang, berarti Anda termasuk pada kelompok warna
hangat. Artinya Anda akan tampak lebih cerah jika memilih warna batik
yang didominasi warna-warna hangat.
Coba pula sampirkan warna pink atau biru untuk mewakili warna dingin.
Perhatikan efeknya di wajah. Apabila dengan warna dingin kulit tampak
lebih cerah, berarti termasuk dalam kelompok warna dingin.
Bila Anda kesulitan melihat pengaruh warna terhadap wajah, maka Anda
bisa minta bantuan sama teman Anda atau orang yang terdekat untuk
menilainya. Kelompok warna dingin pilih batik yang didominasi warna
pink, dusty pink, hijau zamrud, ungu, lila, rose, beige atau magenta.
Selain warna, juga perlu memperhatikan keserasian bentuk tubuh dan
ukuran motif, karena tidak semua orang mempunyai bentuk tubuh yang
sama. Lihat di kaca bagian tubuh mana yang ditonjolkan dan bagian tubuh
yang mana yang perlu ditutupi.
Secara umum sifat warna gelap memberi kesan mengecilkan atau
melangsingkan , untuk menutupi bagian tubuh yang berlebihan, sedangkan
warna terang memberi kesan memperbesar. Warna terang dapat dipakai untuk
menonjolkan bagian tubuh.
Bagi perempuan yang mempunyai bentuk tubuh lurus yang bagian atas dan
bawah sama rata. Bagi Anda yang mempunyai bentuk tubuh lurus cocok
memilih motif batik yang bervolume seperti diagonal atau motif besar.
Blus batik dengan lengan balon atau puff dapat memberi siluet. Atau
blus dengan lingkaran leher rendah, atau detail pada bagian atas blus
juga dipadukan dengan sarung atau kain. Pilih drapreri pada bagian
samping.
Bentuk tubuh segi tiga terbalik yang bagian atas lebih besar dari
bagian bawah. Untuk itu, kurangi volume pada bagian atas dan pilih warna
yang gelap untuk atasan. Kalau memakai stelan bulus dan kain, maka
pilih warna kain yang lebih terang dari pada warna atasan.
Misalnya, atasan warna cokelat dan bawahan cokelat muda. Atau atasan
warna maroon dan kain batik dengan gradasi warna yang lebih muda. Pilih
kain dengan tumpal diagonal untuk menyeimbagkan bagian atas. Hindari
potongan kebaya kurung atau melayu karena akan membuat
ketidakseimbangan lebih nyata. Hindari pula atasan tanpa lengan.
Lalu bagi Anda yang memiliki bentuk tubuh pir yang bagian atas kecil
dan bagian bawah besar. Agar bahu tampak lebih lebar, pilih model
atasan dengan kerah sabrina. Untuk menyamarkan bagian pinggul yang
lebar, pilih model busana yang berpotongan empire waist line.
Hindari blus berpotongan pendek dan potongan blus yang jatuh tepat di
atas pinggul. Jika ingin tampil dengan berkain batik, pilih bahan yang
ringan seperti sutra, atau ATBM sutra, kain dengan tumpal vertikal dan
piliha kain warna yang lebih gelap seperti maroon, cokelat tua, biru tua
dan atasan yang lebih terang.
Gimana...? sekarang pilihan ada di tangan anda, mau memakai batik dengan model dan motif seperti apa. :)