Cara atau teknik membuat batik adalah proses
proses pekerjaan dari tahap persiapan kain sampai menjadi kain batik.
Pekerjaan persiapan meliputi segala pekerjaan pada kain mori hingga siap
dibuat batik seperti nggirah/ngetel (mencuci), nganji
(menganji), ngemplong (seterika), kalendering.
Sedangkan proses membuat batik meliputi
pekerjaan pembuatan batik yang sebenarnya terdiri dari pelekatan lilin
batik pada kain untuk membuat motif, pewarnaan batik (celup, colet,
lukis/painting, printing), yang terakhir adalah penghilangan lilin dari kain . (Sewan Soesanto, 1974).
Untuk membuat motif batik dapat
dilakukan dengan cara secara tulis tangan dengan canting tulis (batik
tulis), menggunakan cap dari tembaga disebut batik cap, dengan
jalan dibuat motif pada mesin printing (batik printing), dengan cara
dibordir disebut batik bordir, serta dibuat dengan kombinasi kombinasi
cara cara yang telah disebutkan.
Kain batik adalah kain yang motifnya
bercorak batik yang dibuat/digambar dengan cara pelekatan lilin (malam).
Sedangkan kain bermotif batik adalah kain yang bermotif/bercorak batik
tetapi motifnya tidak digambar melalui pelekatan lilin batik, biasanya
dengan mesin printing tekstil.
Teknologi pembuatan batik di Indonesia pada prinsipnya berdasarkan (Resist Dyes Technique”
(Teknik celup rintang) dimana pembuatannya semula dikerjakan dengan
cara ikat- celup motif yang sangat sederhana, kemudian menggunakan zat
perintang warna. Pada mulanya sebagai zat perintang digunakan bubur
ketan, kemudian diketemukan zat perintang dari malam(lilin) dan
digunakan sampai sekarang.
mantap...makin menambah wawasan kita tentang serba serbi batik
BalasHapusPSC Indonesia - Jasa Pembuatan Website Murah Jogja
www.pscindonesia.com